Alergi Deterjen: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Agustus 12, 2017
Alergi terhadap deterjen (detergen) umum dijumpai pada sebagian orang. Alergi terjadi ketika kulit mengalami kontak dengan deterjen tertentu. Alergi tidak hanya terjadi ketika bersentuhan langsung dengan deterjen saat mencuci, tetapi juga ketika memakai pakaian yang dicuci menggunakan deterjen penyebab alergi.
Penyebab utama alergi deterjen adalah bahan kimia yang terkandung di dalamnya yang bertindak sebagai iritan pada kulit.
Umumnya, jenis bahan kimia yang bertanggung jawab memicu alergi meliputi pewarna, pewangi, dan agen pemutih.
Residu bahan kimia tersebut tetap berada dalam kain setelah dicuci dan menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
Orang-orang yang memiliki kulit sangat sensitif berada pada risiko lebih tinggi mengalami jenis alergi ini.
Gejala Alergi Deterjen
Gejala alergi biasanya muncul segera setelah kontak dengan alergen (deterjen).Namun kadang-kadang gejala baru muncul satu atau dua hari kemudian. Gejala alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap komponen deterjen tertentu berbahaya sehingga memicu tubuh melepaskan antibodi seperti histamin.
Akibatnya, tubuh merespon dengan gejala inflamasi untuk menghilangkan alergen. Alergi deterjen umumnya terjadi pada kulit. Awalnya, rasa gatal dirasakan pada semua bagian kulit yang terkena deterjen. kulit mungkin mengalami iritasi dan setelah beberapa waktu menjadi kering dan bersisik.
Kulit yang terus menerus terpapar alergen akan mengalami peradangan berupa warna kemerahan dan ruam. Ruam terasa menyengat atau seperti terbakar serta lunak ketika disentuh. Jika dibiarkan, ruam akan melepuh dan berisi cairan.Larutan deterjen yang masuk ke mata akan mengiritasi selaput lendir yang menyebabkan mata merah dan gatal.
Dalam beberapa kasus, sistem pernafasan mungkin terpengaruh oleh uap deterjen sehingga menyebabkan hidung tersumbat, pilek..
Pengobatan Alergi Deterjen
Langkah pertama pengobatan ditujukan untuk meredakan gejala alergi deterjen yang mengganggu.
Antihistamin untuk aplikasi topikal bisa diberikan pada ruam kulit. Jika kondisi ruam parah, maka krim kulit kortikosteroid bisa digunakan untuk mengurangi peradangan.
Lotion calamine akan sangat membantu dalam meredakan iritasi kulit. Selain obat-obatan, ruam kulit yang menyengat bisa dikurangi dengan kompres dingin selama 20 menit. Bungkus es batu dengan handuk lembut dan letakkan diatas kulit yang terpengaruh.
Tidak semua merk deterjen menyebabkan alergi. Seseorang mungkin mengalami alergi ketika menggunakan merk tertentu tetapi tanda alergi tidak muncul saat menggunakan merk lain.
Alergi deterjen bukan merupakan masalah kesehatan yang serius dan tidak menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa.
Namun, Anda tentu tidak ingin terus-menerus mengalami gejala-gejala yang mengganggu. Untuk alasan ini, pencegahan adalah sebuah keharusan. Ganti merek deterjen Anda segera setelah mengalami gejala alergi.
Selalu gunakan sarung tangan saat mencuci menggunakan deterjen. Untuk memastikan residu deterjen benar-benar hilang, selalu bilas pakaian Anda setidaknya dua kali untuk mencegah alergi
sumber:amazine.com
Tags
