Haru dan Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Kisah Nyata Sakaratul Mautnya Pemuda Sholeh yang Berbakti Pada Ibunya !!
Agustus 19, 2017
Sudah barang pasti, setiap amalan baik seseorang akan dibalas berlipat ganda dari Allah Swt.
Diterangkan oleh Syeikh Muhammad Hassan Hafidzahullah dalam sebuah khutbahnya, mengisahkan tentang cerita aneh yang dialami seorang pemuda pada saat akhir nafas nya menjelang undangan sakaratul maut.
Dari kisah ini pula diharapkan bisa menjadi teladan bagi pemuda zaman sekarang untuk mencintai dan berbakti kepada orang tua mereka.
Berikut kisahnya bisa dibaca dibawah ini.
Rumah itu di selimuti kesedihan, seorang pemuda yang terkenal dengan sifat saleh dan sangat berbakti kepada ibunya tengah terbaring di atas kasur di tengah rumah.
Dia sedang dalam keadaan bertarung nyawa menanti kematiannya. Pemuda tersebut masih muda, belum lagi melangkah ke usia 30 tahun menjalani hidup di dunia.
Dalam suasana yang sedih dan tegang tersebut, tiba-tiba saja pemuda tersebut mengucapkan kata-kata yang sangat mengejutkan, sangat menggemparkan sekali.
Keluarga dan tetangga yang menziarahi dan berada di sekitar pemuda tersebut bingung dan bingung dengan kondisi pemuda tersebut? Apa yang sedang dialami nya?
"Tidak. Aku tak bisa. Aku tak bisa. Aku harus meminta izin dengan ibuku dahulu ", demikian kata-kata yang keluar dari bibir pemuda tersebut berulang-ulang.
Seluruh keluarga dan orang yang datang menziarahi nya merasa bingung menyaksikan kejadian tersebut, salah seorang diantaranya bergegas memanggil Ibu pemuda tersebut.
Ibu pemuda tersebut berada dalam kamar yang berbeda sambil berdoa karena tidak sampai hati melihat anak kesayangannya menghadapi sakaratul maut.
Anak emas yang sangat patuh dan mencintainya tersebut, berhadapan dengan saat sakaratul yang semakin hampir.
"Lihatlah anak kamu, dia asyik mengucapkan kalimah-kalimah yang aneh !!".
teriak salah seorang saudara mereka sambil mengajak sang Ibu untuk menuju ke tempat pembaringan anaknya.
Tidak berpikir lama, sang ibu langsung menghampiri anaknya.
Ketika didekati, terlihat pemuda itu sudah mulai mengeluarkan butiran keringat yang berkilau saat terkena cahaya lampu ternampak seakan butir mutiara.
Butiran keringat di dahi tersebut, menurut Syeikh Muhammad Hassan adalah sebagian dari tanda-tanda Husnul Khotimah.
Ibu tadi segera mendekati anak kesayangannya lalu mendekatkan telinga ke mulut pemuda tadi dan mendengarkan kata-kata yang di ulang-ulang oleh buah anaknya.
"Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku harus meminta izin dengan ibuku dahulu ", pemuda itu mengulang-ulang kata tersebut.
Ibu pemuda itu pun langsung memeluk dan membelai anaknya lalu berkata.
"Wahai anaku, ini aku, ibumu. Wahai anaku, aku ibumu, Nak. Aku ibumu, anakku. Dengan siapa kau bicara? "
Dan dalam waktu yang semakin getir itu, pemuda tadi bercerita dengan napas yang terengah-engah,
"Ibu, ada seorang gadis sangat cantik jelita, Ibu. Belum pernah aku melihat gadis secantik itu. Dia datang kepada ku. Sepertinya dia di hadapanku."
"Dia datang melamarku untuk dirinya, Ibu. Aku katakana TIDAK kepadanya. Aku tidak bisa menerima lamarannya sebelum aku meminta izin dari ibuku "tuturnya
Si ibu menangis terisak karena sangat terharu, mengenangkan kepada impiannya untuk melihat pemuda tadi menikah membuat si Ibu tidak dapat menahan kesedihan itu.
Namun si ibu tiba-tiba tersadar dengan siapa anakya sedang berbicara.
"Ibu izinkan, anakku. Sesungguhnya, dia adalah hurriyatun (bidadari) dari surga untukmu. Ibu sudah izinkan, Nak ", demikian kata sang ibu dalam juraian air mata yang mengalir laju.
Tidak lama kemudian, pemuda soleh yang patuh tersebut, meninggal dengan tenang dalam pelukan ibunya.
Betapa tingginya derajat pemuda soleh yang berbakti kepada ibunya tersebut. Malahan sampai hampir ajalnya, Bidadari (dari surga) datang kepada beliau membawa kabar gembira, meskipun pemuda itu belum lagi meninggalkan dunia yang fana ini.
Syeikh Muhammad Hassan mengingatkan kepada kaum muslim untuk tidak terkejut dengan kisah ini.
Tidak perlu heran, karena waktu yang singkat menjelang ajal seperti yang dialami pemuda tersebut adalah kondisi di mana seorang mukmin diperlihatkan tempat tinggalnya di surga.
Bahkan akan diperlihatkan kepadanya para Malaikat-Nya dengan mata kepalanya sendiri. Dia juga akan diberikan berita gembira (bisyarah).
Dan Maha Benar Allah Ta'ala yang berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka beristiqomah dengannya, maka para Malaikat akan turun kepadanya lalu berkata:" Janganlah kalian takut ".
Sumber:.tribunnews.com
Tags

