Maksimalkan Syukur Maka Sabar Menjadi Mudah diraih


Sabar dan syukur seolah menjadi 2 sisi mata uang yang melengkapi kehidupan kita, karena tanpa ada keduanya, hidup kita akan terus terasa seperti berada dalam roller coaster , gampang terombang-ambing kesana kemari.

Dimana kita mudah terpuruk saat kesedihan menimpa dan mudah terbang melayang saat kebahagiaan berhasil diraih.

Padahal jika kita senantiasa menerapkan sabar saat sedih dan syukur saat senang, maka hidup kita akan terus stabil. Karena sejatinya susah atau senang itu sama-sama ujian. Kondisi susah itu ujian untuk terus bersabar sedangkan kondisi senang ujian untuk terus bersyukur.

Namun kebanyakan dari kita sering lolos untuk ujian syukur namun gagal pada ujian sabar. Karena syukur itu identik dengan kesenangan, maka seolah mudah saja melaksanakannya, berbeda dengan ujian sabar yang seolah identik dengan kesulitan.

Lalu mengapa yaa ujian sabar terasa lebih berat?

Penyebabnya sederhana saja, bisa jadi karena kita tidak terbiasa mengeja syukur dari hal-hal yang sederhana, sehingga fokus pikiran kita terus saja melihat kesulitan dan mengeja sabar. Andai saja syaraf syukur lebih kita aktifkan, maka fokus kita tidak akan terus-menerus pada kesulitan meski sudah jelas-jelas kesulitan sedang menjerat diri kita.

Dengan fokus rasa syukur lebih dominan, seolah membuat kesulitan mendadak terlihat mengecil sehingga bersikap sabar menjadi mudah sekali, karena pikiran kita disibukkan dengan mengeja rasa syukur.

Nah... Biasakan mengeja syukur dari hal-hal yang sederhana sehingga saat kesulitan menimpa sikap sabar akan menjadi gerakan refleks di dalam hidup kita, dan kondisi hidup seperti dalam roller coaster tidak akan kita rasakan lagi, karena sejatinya susah dan senang itu sama-sama jalan menuju ridho-Nya.
Tags