Rumah Sakit Tolak Beri Pertolongan Sebelum Uang 'Bicara', Korban Tabrak Lari Ini Bernasib Tragis
September 03, 2017
Ada uang, ada pertolongan dan pengobatan, tampaknya hal itu sudah menjadi rahasia umum dan kerap terjadi di beberapa pusat kesehatan.
Tapi ternyata bukan hanya di Indonesia, di negara tetangga, Malaysia, hal ini juga terjadi.
Melansir World of Buzz, pasien malang yang tak tertolong itu bernama Justinian Tan (25), seorang pemuda berkewarganegaraan Singapura.
Kejadian bermula saat Justinian dan lima orang temannya pergi ke Johor Bahru, Malaysia, untuk makan-makan pada Jumat (25/8/2017).
Setelah 'nongkrong' di kedai kopi di Jalan Dato Abdullah Tahir, sekelompok pemuda itu kembali ke mobil dan saat itulah kejadian nahas bermula.
Sebuah mobil yang diketahui bermerek Proton Saga menabrak Justinian dan seorang temannya, Brandon Yeo.
Seakan tak berniat tanggung jawab, pengemudi Proton Saga itu kabur setelah membuat Justinian melayang beberapa meter dari tempat kejadian.
Satu di antara pemuda itu, Joshua, segera memeriksa kedua temannya dan menemukan Justinian sudah tak sadarkan diri dan mengalami kejang.
Sementara itu satu korban lainnya, Brandon, mengalami patah kaki.
[next]
Sambil menunggu ambulans tiba, Joshua memberikan pertolongan pertama pada temannya yang mulai mengeluarkan batuk darah dan sulit bernafas.
Pemuda lainnya bernama Ernest mengungkapkan rasa frustasinya saat menyadarai bahwa rupanya ambulans telah membuang-buang waktu mereka.
Dilansir dari Channel NewsAsia, tanggapan pihak berwajib Malaysia yang lamban membuat mereka harus menunggu selama 30 menit sebelum akhirnya sampai di tempat kejadian.
Padahal, rumah sakit terdekat diketahui hanya berjarak lima kilometer dari tempat kejadian, di mana bukan jarak yang begitu jauh.
"Kami meminta para pejalan kaki untuk membantu kami, memanggil ambulans dan sebagainya.
Kami sangat frustasi dan marah karena mereka hanya membuang waktu kami," ungkap Ernest.
Ketika tiba di tempat kejadian, polisi meminta para pemuda itu untuk membersihkan darah di jalan.
Kemudian kedua korban tabrak lari itu dibawa ke Rumah Sakit Sultanah Aminah di Johor Bahru.
"Saat sampai rumah sakit, kami diminta membayar 1.350 Ringgit (Rp 4,2 juta) untuk setiap korban sebelum mereka bisa mendapat tindakan lebih lanjut," tutur Joshua.
"Kami tidak membawa begitu banyak uang sehingga kami harus mencari ATM," tambahnya.
[next]
Joshua bercerita, ia dan temannya akhirnya dapat membayar sebesar 2.700 Ringgit (Rp 8,4 juta) kemudian kedua korban bisa mendapat perawatan medis.
Butuh waktu sekira empat jam bagi para pemuda itu untuk mengetahui keadaan kedua temannya yang menjadi korban tabrak lari.
Namun para pemuda itu kembali diminta untuk membayar 1.350 Ringgit oleh rumah sakit karena Justinian memerlukan operasi lain akibat pendarahan pada otaknya.
"Setelah diselidiki lebih lanjut, kami diberitahu bahwa Justinian memliki kesempatan 50-50 untuk bertahan hidup," ujar Joshua.
"Tapi ternyata operasi itu kabarnya akan dilakukan oleh petugas medis dan bukan oleh ahli bedah," terangnya.
Belakangan, Kementerian Kesehatan Malaysia telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada penundaan atau permintaan pembayaran sebelum perawatan.
Para pemuda itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi kedutaan Singapura di Malaysia dan meminta bantuan.
Mereka berharap kedutaan bisa membantu mereka untuk menyediakan ambulans pribadi agar dapat membawa kedua korban kembali ke Singapura.
Akhirnya kedua korban dapat dikirim ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
[next]
Namun sayang, sudah hampir 10 jam sejak kecelakaan itu, dan dokter menyebutkan bahwa waktu sudah berlalu terlalu lama dan luka Justinian sudah terlalu parah.
Pada Senin (28/8/2017), otak Justinian dinyatakan telah mati dan memerlukan alat medis untuk tetap hidup.
Tetapi setelah koma selama lima hari, keluarga Justinian memutuskan untuk melepas seluruh alat bantu medis.
Justinian lalu meninggal pada Rabu (30/8/2017).
Menurut Joshua, petugas investigasi Malaysia memberi tahunya bahwa pengemudi tabrak lari itu telah melaporkan diri sendiri dalam waktu 24 jam setelah kejadian.
Meski begitu, tidak diketahui apakah pelaku tabrak lari itu telah ditahan atau belum.
Tags




